Pengertian
kematangan beragama
Kematangan beragama adalah kemampuan seseorang dalam mengenali atau
memahami nilai agama yang terletak pada nilai-nilai luhurnya serta menjadikan
nilai nilai dalam bersikap dan bertingkah laku merupakan ciri dari kematangan
beragama. Jadi, kematangan beragama terlihat dari kemampuan seseorang untuk
memahami nilai-nilai luhur agama yang di
anutnya dalam kehidupan sehari-hari.
Manusia mengalami dua macam perkembangan jasmani dan rohani.
Perkembangan jasmani diukur berdasarkan umur kronologis, sebaliknya
perkembangan rohani diukur berdasarkan tingkat kemampuan (abilitas). Pencapaian
tingkat abilitas tertantu bagi perkembangan rohani inilah yang disebut dengan
kematangan beragama.
Kematangan dalam beragama atau kedewasaan seseorang dalam beragama
biasanya ditunjukkan dengan kesadaran keyakinan yang teguh karena menganggap
benar akan agama yang di anutnya dan ia memerlukan agama tersebut dalam
hidupnya, dan keyakinan itu lalu di tampilkannya dalam sikap dan tingkah laku
keagamaan yang mencerminkan ketaatan terhadap agamanya.
Dalam islam
kematangan beragama diliat dari bagaimana seorang individu telah konsisten
terhadap Islam, memahami nilai-nilai dan ajaran agama islam, serta menjadikan
nilai-nilai dan ajaran tersebut dalam setiap tingkah laku kehidupannya.
Kematangan jiwa
beragama merupakan pengalaman puncak yang sngat tinggi dalam proes pencarian
jati diri dari suatu agama. Kematangan agama tidak dapat diperoleh dalam waktu
yang cepat dan merupakan sebuah proses yang panjang. Penggambaran tentang
kematangan jiwa beragama tidak terlepas dari kriteria kematangan kepribadian.
Kesadaran beragama yang mantap hanya terdapat pada orang yang memiliki
kepribadian yang matang. Akan tetapi, kepribadian yang matang belum tentu
disertai dengan kesadaran beragama yang mantap.
Orang
yang matang beragama menurut Al-quran
Dalam
islam kematangan beragama diliat dari bagaimana seorang individu telah konsisten
terhadap Islam, memahami nilai-nilai dan ajaran agama islam, serta menjadikan
nilai-nilai dan ajaran tersebut dalam setiap tingkah laku kehidupannya.
Di dalam al-qur’an terdapat berbagai
sumber hukum yang bisa dijadikan sebuah literature untuk menentukan hukum, baik
itu alqur’an, hadist, maupun ijtihad. Begitu pula hal nya yang berkaitan dengan
psikologi agama terutama erat kaitannya dengan kriteria orang yang matang
beragama.
Kriteria orang yang matang beragama di dalam al-qur’an cukup
bervariasi. Salah satunya seperti dalam sepuluh ayat pertama dalam Q.S
Al-Mu’minun
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ(١) الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَاتِهِمْ خَاشِعُوْنَ ۙ(٢) وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ(٣) وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰةِ فَاعِلُوْنَ ۙ(٤) وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ ۙ(٥) إِلَّا عَلٰٓى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَ ۚ(٦) فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَآءَ ذٰلِكَ فَأُولٰٓئِكَ هُمُ الْعٰدُوْنَ ۚ(٧) وَالَّذِيْنَ هُمْ لِأَمٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ(٨) وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ ۘ(٩) أُولٰٓئِكَ هُمُ الْوَارِثُوْنَ ۙ(١٠)
Artinya :
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, 2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,3. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,4. Dan orang-orang yang menunaikan zakat,5. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,6. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[994]; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.7. Barangsiapa mencari yang di balik itu[995] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.9. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.10. Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi,
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, 2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,3. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,4. Dan orang-orang yang menunaikan zakat,5. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,6. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki[994]; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.7. Barangsiapa mencari yang di balik itu[995] Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.9. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.10. Mereka Itulah orang-orang yang akan mewarisi,
Dalam
ayat ini kriteria orang yang matang beragama yang diberikan al-qur’an adalah:
1.
Mereka
yang kusyu’ dalam shalatnya
2.
Menjauhkan
diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak berguna
3.
Menunaikan
zakat
4.
Menjaga
kemaluannya kecuali kepada isteri-isteri yang sah
5.
Jauh
dari perbuatan yang melampaui batas (zina, homoseksual, dll)
6.
Memelihara
amanat dan janji yang di pikulnya
7.
Memelihara
shalatnya
dan
bagian akhir dari surah al-furqan.
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَّإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا (٦٣) وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا (٦٤) وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا ۖ(٦٥) إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا (٦٦) وَالَّذِيْنَ إِذَا أَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا (٦٧)
Artinya :
63. Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.64. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka 65. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, jauhkan azab Jahannam dari Kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal". 66. Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman 67. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
63. Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.64. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka 65. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, jauhkan azab Jahannam dari Kami, Sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal". 66. Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman 67. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.
Kriteria
orang yang matang beragama dalam ayat ini:
1.
Merendahkan
diri dan tawadhu’
2.
Menghidupkan
malamnya dengan bersujud (qiyamullail)
3.
Selalu
takut dan meminta ampunan agar terjauh dari jahannam
4.
Membelanjakan
hartanya secara tidak berlebihan dan tidak pula kikir
5.
Tunduk
dan tidak menyekutukan Allah, tidak membunuh, tidak berzina
6.
Suka
bertaubat, tidak memberi persaksian palsu dan jauh dari perbuatan yang sia-sia,
memperhatikan al-quran, bersabar, dan mengharap keturunan yang bertaqwa (q.s
al-furqan:63-67)
Selain
dua surah di atas, masih banyak dalam alqur’an kriteria orang yang matang
beragama yang Allah sebutkan. Diantaranya:
-
Orang
tersebut sangat cinta kepada Allah (Q.S Al-baqarah : 165)
-
Beriman
kepada semua nabi (Q.S Al-Baqarah : 136)
-
Mereka
senantiasa mengabdi dan beribadah kepada-Nya (Q.S Al-Baqarah:194)
-
Mereka
juga orang yang selalu setia pada janji (QS.Al-Baqarah:177)
-
Mereka
selalu membantu dalam kebajikan dan bukan dalam hal kejahatan (Q.S Al-Maidah:2)
-
Bersikap
adil walaupun harus merugikan dirinya dan golongan (Q.S An-Nisa’135)
-
Bersikap
jujur sekalipun pada lawan (Q.S Al-Maidah: 2)
-
Hidup
secara wajar (Q.S Al-Baqarah: 62)
-
Selalu
menafkahkan sebagian harta untuk menafkahkan orang lain (Q.S Al-Imran :
133-134)
-
Dan
masih banyak lainnya.
Orang
yang matang beragama menurut as-sunnah (hadist)
Salah
satu kriteria muslim yang matang dalam beragama di sebutkan dalam salah satu
hadist :
Rasulullah
Saw memeberikan batas minimal bagi seseorang yang disebut muslim yaitu apabila
muslim-muslim lain merasa aman dari lidah dan tangannya (H.R Muslim)
Sementara ciri-ciri lain disebutkan cukup banyak bagi orang yang meningkatkan kualitas imannya, Nabi menganjurkan dengan berbagai peringatan,:
Sementara ciri-ciri lain disebutkan cukup banyak bagi orang yang meningkatkan kualitas imannya, Nabi menganjurkan dengan berbagai peringatan,:
- “Barangsiapa
beriman kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya dia mencintai saudaranya sendiri
seperti ia mencintai dirinya sendiri “ (H.R Bukhari)
- “Tidak
beriman seseorang sampai tetangganya merasa aman dari gangguannya” (HR.Bukhari
dan Muslim)
- “Tidak
beriman seseorang kepada Allah sehingga dia mencintai Allah dan Rasul-Nya
daripada kecintaan lainnya..” (HR.Muslim)
Dari
hadist-hadist diatas dapat kita ketahui beberapa kriteria orang yang matang
beragama dalam as-sunnah diantaranya : Menjaga lidah dan tangannya agar tidak
mengganggu orang lain,menghormati tetangganya dan saudaranya sesama muslim,
juga sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya pada yang lain.
Ringkas
kata, orang yang matang beragama , dia berpedoman pada petunjuk al-qur’an dan
mengikuti contoh praktek rasulullah( as-sunnah ), sehingga dia betul-betul
menjaga hubungan “hablum minallah”
(hubungan vertikal dengan Allah) dan “hablum minannas” (hubungan horizontal
dengan sesama manusia)
Salah
satu sahabat Rasul, Ali r.a berpendapat bahwa klimaks orang yang matang keberagamaannya
adalah apabila orang tersebut bertaqwa kepada Allah swt, dan inti taqwa itu ada
4 menurut ali ra yaitu : 1. Mengamalkan isi Al-qur’an, 2.Takut kepada Allah
sehingga berbuat sesuai dengan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya,
3.Puas dengan pemberian Allah, 4. Persiapan menuju kematian dengan meningkatkan
kualitas keimanan dan amal shaleh.
Sedangkan
Ibnul qayyim, ulama abad ke-7 , menyebutkan 9 kriteria bagi orang yang matang
beragama:
1. Ia
terbina keimanannya, yaitu selalu menjaga kualitas keimanannya agar selalu
bertambah
2. Ia
terbina ruhiyahnya, yaitu menanamkan pada dirinya kebesaran dan keagungan Allah
serta segala yang dijanjikan di akhirat kelak, sehingga ia menyibukkan diri untuk
meraihnya
3. Ia
terbina pemikirannya sehingga akalnya diarahkan untuk memikirkan ayat-ayat
Allah
4. Ia
terbina perasaannya sehingga segala ungkapan perasaan ditujukan kepada Allah,
senang atau benci, marah atau rela semuanya karena Allah
5. Dia
tebina akhlaknya dimana kepribadiannya dibangun atas pondasi akhlak mulia sehingga
kalau berbicara dia jujur, bermuka manis, menyantuni yang tidak mampu, tidak
menyakiti orang lain dan berakhlak mulia.
6. Ia
terbina kemasyarakatannya, karena menyadari, sebagai makhluk sosial dia harus
memperhatikan lingkungannya sehingga ia berperan aktif mensejahterakan
masyarakat, baik intelektual, ekonomi, gotong royongnya dll.
7. Ia
terbina kemauannya, sehingga tidak mengumbar kemauannya ke arah distruktif tapi
justru di arahkan sesuai dengan kehendak Allah.
8. Ia terbina
kesehatan badannya, karena itu ia memberikan hak-hak badannya untuk ketaatannya
kepada Allah. Karena rasul bersabda : “orang mukmin yang kuat itu lebih
dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR.Ahmad)
9.
Ia
terbina nafsu seksualnya yaitu di arahkan kepada perkawinan yang halal sehingga
menghasilkan keturunan yang shaleh dan bermanfaat bagi agama dan negara.
Referensi
Al-qur’an
dan terjemahannya,Yayasan penyelenggara Penterjerjemah / Penafsir Al-Qur’an
Hadist-Hadist
Nabi yang terkumpul dalam Shahih Bukhari,Muslim dll
Jalaluddin,
Psikologi Agama edisi revisi,2009,Jakarta:PT Rajagrafindo Persada.
Prof.DR.Zakiah
Drajat,Ilmu Jiwa Agama, Bulan Bintang, Jakarta,cet.15,1996
Al-Fiktrut
Tarbawi ‘Inda Ibnil Qayyim, Dr.Hasan Bin Ali bin Hasan Al-Hajjaji, Darul
Hafidz, Jeddah,cet.I,1408 H- 1998 M
Artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah 😊
HapusThe task nice
BalasHapusArtikelnya bagus
BalasHapusAlhamdulillah, semoga bermanfaat😊
HapusBagus dan bermanfaat
BalasHapusdasar hukumnya bnyak.. kuat buat d jadikan dasar... nice eee
BalasHapusSyukran.semoga bermanfaat 😊
HapusMantappp... Sukses trus yaa... :)
BalasHapusMantappp... Sukses trus yaa... :)
BalasHapusSyukran 😊
HapusBermanfaat sekali artikelnya..
BalasHapusAlhamdulillah 😊
HapusBagus dan bermanfaat untuk semua ��
BalasHapusAlhamdulillah syukran kak nurul 😊
HapusBagus dan bermanfaat untuk semua ��
BalasHapusBagus artikel nyaa
BalasHapusSemoga bermanfaat😊
HapusArtikel nya bagus
BalasHapusAlhamdulillah, semoga bermanfaat kak😊
HapusBagus dan bermanfaat:)
BalasHapusAlhamdulillah
HapusAlhamdulillah,artikelnya sangat membantu,dtunggu tulisan slanjutnya..
BalasHapusAlhamdulillah, semoga tulisan selanjutnya juga dapat membantu dan bermanfaat
Hapusartikelnya sangat bagus karna dimuat sumber sumber terpecaya. Im waiting for the next task
BalasHapusAlhamdulillah, thankyou😊
HapusSangat bermanfaat dan membantu dalam mengerjakan tugas kuliah.
BalasHapusSemoga kedepannya bisa lebih bermanfaat lagi 😊
HapusPembahasannya antarelite dan menarik. Nice
BalasHapusSyukran😊
Hapusartikelnya bagus dan bermanfaat yang sudah membacanya
BalasHapusAlhamdulillah, smoga kedepannya lebih bermanfaat lagi 😊
HapusNice Info Sist
BalasHapusAlhamdulillah, thanks
HapusKeren dan sangat bermanfaat bagi semua orangg
BalasHapusGood luck
Smoga bisa lebih bermanfaat lagi😊
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusJayyid jiddan 👍👍
BalasHapusArtikelnya sangat bgus..
BalasHapusArtikelnya sangat bgus..
BalasHapusAlhamdulillah, smoga bermanfaat😊
HapusSangat bagus dan bermanfaat untuk org yg krg faham dlm beragama...
BalasHapusAlhamdulillah Semoga kedepan bisa lebih bermanfaat bagi semua orang 😊
HapusSangat menarik
BalasHapusAlhamdulillah bisa menambah wawasan dalam beragama
BalasHapusAlhamdulillah 😊
HapusMantap nih,sukses trus ya
BalasHapusPembahasannya sangat bermanfaat..
BalasHapussangat bermanfaat untuk kita baca
BalasHapusBagus dan sangat bermanfaat😊
BalasHapusBagus sekali. Dalil dalilnya sangat kuat dan banyak. Sangat bermanfaat.ditunggu tulisan selanjutnya.
BalasHapusAlhamdulillah, insyaAllah😊
HapusBagus sekali. Dalil dalilnya sangat kuat dan banyak. Sangat bermanfaat.ditunggu tulisan selanjutnya.
BalasHapusMasyaAllah luar biasa sangat membantu
BalasHapusAlhamdulillah
MasyaAllah luar biasa sangat membantu
BalasHapusAlhamdulillah
Alhamdulillah senang dapat membantu😊
HapusBaguss
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusPenjelasan mudah dipahami, referensi oke, cocok buat semua kalangan pembaca.
BalasHapusGood lanjutkan.
Alhamdulillah, syukran😊
Hapusvery interesting
BalasHapusSangat menarik
BalasHapusSemaunya berdasarkn dalil, mantap nih..
BalasHapusAkan lebih enak dibaca apabila sub judulnya diberi warna agar jls terpisah dg isinya..
Terus mncoba n tingkatkan kawan (y)
Syukran sarannya ☺😊
HapusIni sangat bagus apa lagi ada ayatnya
BalasHapusSemoga bermanfaat😊
BalasHapusvery nice kawan,tingkatkan lagi semoga artikel selanjutnya menjadi lebih baik.
BalasHapusMaterinya sangat Bagus,dapat dijadikan motivasi
BalasHapusWah terimakasih. Ini nih yg saya cari2. Pembahasannya lengkap.
BalasHapusAlhamdulillah, Terimakasih semuanya atas komentar yang membangun dan sangat membantu. Semoga kedepannya bisa lebih baik😊
BalasHapusBagus
BalasHapusBagus
BalasHapusGood artikel
BalasHapusGood artikel
BalasHapus